Iklan
jump to navigation

Antara Pesta Demokrasi dan Jalanan 2 Juli 2014

Posted by peysblog in Budaya, Potret Jalanan, Special Event.
Tags: , ,
trackback

Sodara-sodara sebangsa dan setanah air…
Bagaimana perasaan anda dengan pemandangan jalan seperti ini???

kumpulan gambar baliho

Yup inilah sisi lain dari meriahnya Pesta Demokrasi. Di setiap jalur utama bahkan gang-gang kecil di negeri ini penuh dengan atribut kampanye dengan berbagai ukuran dan jenis. Mulai dari pohon, pagar, tiang listrik, tiang telefon, papan reklame dan bahkan tebingan penuh dengan gambar calon pemimpin kita. Apakah hal ini efisien untuk meningkatkan pendapatan suara sang calon nantinya?? Jawabannya mungkin saja, tapi dalam pandangan saya sebagai hak pilih, jenis kampanye seperti ini tidak berpengaruh banyak terhadap niat untuk siapa pilihan saya nanti.
Memang tidak ada salahnya mengiklankan program dalam bentuk apapun selama tidak ada unsur “Black Campaign”. Akan tetapi sayangnya apakah tidak ada pembatasan jumlah dalam pemasangan baliho/spanduk/poster yang menurut saya terlalu banyak bertebaran di jalanan? Mungkin tidak hanya saya pengguna jalan yang senang menikmati perjalanan sambil lirik kanan-lirik kiri, foto sana foto sini, tentunya di luar sana banyak pula yang berprilaku sama dengan saya, kini pemandangan jalan jadi membosankan dari daerah A sampai Z gambarnya itu-itu juga.
Keramaian atribut kampanye ini memang ada masanya, kalau di daerah saya sudah berlaku sejak Pemilu Gubernur, Bupati, Legislatif dan sampai yang sekarang yaitu Presiden, kabarnya batas akhir sampai tanggal 5 Juli 2014 CMIIW, apabila melewati masa tersebut berarti masuk ke dalam pelanggaran kampanye, hmmmmm biarlah para Penyelenggara Pemilu yang bertindak tapi sebagai warga negara yang baik apakah kita akan diam saja? Jika ada laporkan saja kepada PPL (Pengawas Pemilu Lapangan) karena di tiap Desa/Kelurahan ada tuh yang namanya PPL, kalau kita bertindak dengan mencabut atau menyingkirkan sendiri takutnya ada aturan main yang melarang sehingga kita sendiri yang dapat akibat.
Nih biar mereka saja yang bekerja

panwas lagi beres beres

Bapak-bapak atau Ibu-ibu yang berwenang….!!! Tulisan ini hanya sekedar keprihatinan saja. Saran saya kalaupun tidak dibatasi jumlahnya ganti donkssss bahan dasarnya dari lempengan kaleng/alumunium supaya “Pesta Demokrasi” ini juga bisa berarti “Pesta Rakyat Kecil”, agar setelah tidak dipakai dapat segera didaur ulang, misalnya kalau berbahan kaleng kan bakal jadi rejeki juga buat para Tukang Lekdut (besi tua). Jadi kalaupun janji-janji politik yang tertera itu tidak terwujud, toh masyarakat kecil sudah kebagian untungnya walaupun hanya 5 tahun sekali dan limbah itu gak sekedar jadi sampah karena setau saya bahan Baliho/Spanduk yang sekarang itu gak bisa didaur ulang. (Bener gak sih? Kecuali yang guedeee banget, mungkin bisa dipakai buat terpal)
Bagaimana dengan pendapat anda sendiri wahai para pengguna jalan? Apa yang anda rasakan dengan keadaan ini? Shareeeeeeeeeeeeeeee…!!!

(Catatan : Ni foto koleksi pribadi)

Iklan

Komentar»

1. Adell - 3 Juli 2014

Kang sy kirim gambar k emailnya, gimana nih?

2. peysblog - 4 Juli 2014

Hehe sorry euy, tuh udh diposting skrg mah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: