Iklan
jump to navigation

Takbiran And The Fireworks : What If The Fire Doesn’t Work 29 Juli 2014

Posted by peysblog in Budaya, Special Event.
Tags: , , , ,
trackback

Sodara-sodara sebangsa dan setanah air…

Masih dalam suasana Idul Fitri, saya ucapkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Saya yang selalu penuh dengan gambar-gambar rusak juga kata-kata yang tidak teratur dan tentu terlalu sering nitip jemuran.

Coba-coba posting via HP ternyata susahnya minta ampun tapi daripada blog keburu belatungan ya harus belajar nulis tanpa ngonsep. Tadinya kepingin posting tentang perjalanan mudik saya tapi apalah daya tangan tak sampai ke kamera akibat sibuknya lalu lintas. Boro-boro ngoleksi foto “Journey to the MT 125 (MiTo-125km)” mau istirahat aja syusyaaah cari pitstop. Jadi saya bahas takbiran saja.

Sebagai pendatang, lingkungan Nyonya Menir di Parung Kuda – Sukabumi selalu terasa canggung bagi saya. Tapi malam takbiran ini saya jadikan momen untuk berbaur dengan para tetangga. Walaupun mungkin mereka merasa aneh kok saya bawa-bawa kamera monyong butut, lah mu gimana lagi udah hobby ya apa aja saya fotoin yang penting ikut takbiran.

 

Tak lupa bawa rokok sebagai media sosial

biar bisa 3ngo (ngobrol-ngopi-ngoedoed)

 3ngo

Juga memperlihatkan skill drum saya kepada anak-anak buat nabuh bedug alias ngadulag 🙂

ngadulag

Tapi di tengah asyiknya bergumul, mata saya tertuju ke sudut musholla dan ternyata

jengjreeeengggggg KEMBANG API berbagai ukuran!!!!

 petasan

Memang tidak salah menyalakan petasan apalagi ini sudah jadi tradisi untuk memeriahkan malam takbiran, tapi perlu diingat juga bahayanya jika dipegang, karena tidak semua kembang api meledak sukses di angkasa kadang ada juga yang gagal take off alias gak terbang dan terus jeduwerrrrr di tempat. Gak percaya???

 Niiih katanya ini cara yang baik buat menyulut kembang api adalah dengan memasukkannya ke dalam bambu yang sudah ditancap kuat

 DSCI1015

Tapi kemudian

 DSCI1019

Bambu yang cukup tebal pun hancur berkeping-keping akibat kembang api yang gagal terbang, bayangkan jika itu tangan seseorang.

Pelajaran bagi kita semua yang biasa menyulut kembang api dengan cara dipegang. Sangat berbahaya, bahkan saya sendiri gak berani lagi bergaya seperti patung liberty begini

 ilustrasi

Apalagi bergaya ala Limbad Wannabe begini

 ilustrasi deui

Salam Idul fitri dari gunung.

Tambahan : Selain megang kembang api, megang pemukul bedugnya juga jangan sampai seperti ini ya

hot picture

Iklan

Komentar»

1. warungasep - 29 Juli 2014

Hahaha… Nais inpo mang pey, resep nya jigana di lembur Sukabumi mah seueur tradisi sunda??? Di tempat saya mah ayeuna pamer kulit beungeut pa bodas bodas wak wak wak wak…

Eta bonusna teh naon???

peysblog - 29 Juli 2014

Alhamdulillah masih lestari kang, di lembur saya ge tos teu biasa kie.

Eta bonusna maling moto, kr nyepeng panakol bedug

2. numpanglewat - 1 Agustus 2014

Orang sukabumi sanes kang?

peysblog - 1 Agustus 2014

Sanes kang… sy ti bogor


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: