Iklan
jump to navigation

RENUNGAN 1 : Jalan Hidupku Adalah Amanat Terakhir Ayah Tercinta 31 Januari 2015

Posted by peysblog in Kepologi, Kisah Inspiratif.
Tags: , , , , , ,
trackback

Sampurasun…

PEY – Selamat datang di artikel renungan akhir bulan, yang akan menyajikan kisah inpiratif perjuangan hidup seorang insan sehingga ia menemukan jalan sukses. Sukses bukan hanya dalam artian materi, tapi sukses ketika ia menemukan kebahagiaan atas perih / pengorbanan yang ia jalani sebelumnya. Semoga bisa menjadi bahan renungan dan motivasi bagi kita semua bahwa Hidup Yang Indah Berawal Dari Perjuangan Yang Lelah.

Untuk saat ini, berhubung sang Blogger papan atas tersebut belum mengijinkan kisahnya saya posting, maka saya hadirkan  kisah dari Blogger Papan Tengah yakni Mang Asep Irfan Arifiyandi pemilik warungasep.net yang saya beri judul :

JALAN HIDUPKU ADALAH AMANAT TERAKHIR AYAH TERCINTA

Penjaga Warung

Penjaga Warung

Aku hanyalah orang biasa yang boleh dibilang dari keluarga sederhana, ayahku seorang pedagang warung kecil pinggir jalan.Tidak seperti biasa, suatu hari ayah yang sedang sakit keras menasihatiku dengan sangat tegas, satu kalimat yang masih terngiang hingga saat ini adalah ucapannya :

“Sep, Kamu tidak boleh hidup di bawah telunjuk orang”

Awalnya saya tidak mengerti apa maksud dari ucapannya itu maklum aku hanya seorang anak yang masih duduk di kelas 3 SMP. Esoknya ayah mengajak ku ke pasar, meski dalam keadaan sakit ia tetap mengajakku ke sana dan ternyata ia membelikan ku 1 set alat masak seperti kompor, panci dll. Ia mengatakan bahwa barang-barang tersebut adalah untuk ku… Hati dan pikiran ku benar-benar belum memahami maksud ayah, namun 3 bulan dari kejadian tersebut ayah ku meninggal dunia. Akibatnya aku sangat terpukul, aku sebentar lagi lulus SMP dan ingin melanjutkan pendidikan ke SMA namun apa daya, orang yang selama ini membiayai hidupku telah tiada sementara masih ada adik-adik ku yang membutuhkan banyak biaya.

Dengan terpaksa, aku tidak melanjutkan pendidikan, aku mencoba membangun usaha sendiri dengan berjualan kopi dan gorengan di sebuah proyek, memang cukup untuk memenuhi kebutuhan ku saat itu tapi setelah proyek pembangunan selesai aku tidak bisa melanjutkan usaha ku lagi, lantas ku putuskan untuk mencari peruntungan di ibu kota namun sepertinya rejeki ku bukan di sana sehingga aku kembali ke tanah kelahiran ku Kota Tasikmalaya.

Dengan bermodal ijazah SMP sangat sulit sekali mendapat pekerjaan yang layak di perkotaan tempat ku hidup. Selanjutnya aku hanya menjadi seorang montir di sebuah bengkel motor, saat itu gaji harian ku hanya Rp. 10.000 hal tersebut membuatku sangat terenyuh, jujurnya untuk memenuhi kebutuhan hidup saja tidak cukup apalagi membantu ibu membiayai adik. Ditambah galaknya pemilik bengkel membuatku sangat terbebani. Akupun memutuskan untuk berhenti tanpa pamit kepadanya.

Selanjutnya aku hidupkan kembali warung kecil milik almarhum ayah, yang ukurannya 2 x 2 meter. Aku mulai dengan berjualan bensin dengan modal Rp. 150.000, dengan keuntungan yang tidak seberapa tapi barokah rejeki yang kudapat sungguh terasa sehingga aku mampu membeli motor dan memperbesar warung menjadi ukuran 4 x 4. Ku isi dengan berbagai macam sajian seperti Kopi, Mie instan dll, semuanya menggunakan Kompor dan peralatan yang dibelikan ayah menjelang ajalnya.

Beberapa bulan kemudian, aku mendapatkan seorang wanita yang menjadi jodohku, warung yang tadinya kecil beratap seng sehingga jikalau hujan selalu saja ada tetesan air bocor ke dalam warung itu. Dengan pendamping yang tabah dan sabar rejeki ku sepertinya bertambah berkah, meski saat itu tidak lagi berjualan bensin namun aku dan dia selalu menabung agar mampu membeli motor yang lebih layak untuk keluarga pada akhirnya aku mampu membeli sebuah motor baru tanpa kredit alias cash, bahkan beberapa bulan kemudian mampu membangunkan rumah untuk anak dan istriku tercinta….

Sekedar informasi bahwa kini warungasep alias warung “amanat ayah” ini sudah berusia 6 tahun dan menjadi warung yang cukup besar, lengkap serta siap siaga / buka 24 jam selain itu terkenal juga sebagai tempat kopdar insan blogsphere karena aku menamai blog ku dengan nama Warungasep.net yang intinya ingin mengabadikan warisan ayah. Dan rupanya inilah jalan hidupku yang sudah diamanatkan ayahku dulu. Bahwa aku tidak boleh hidup di bawah telunjuk orang lain yang artinya aku harus menjadi seorang wirausahawan sejati yang tak boleh menjadi bawahan. Kompor dan peralatan masak lainnya saat ini masih tersimpan di dapur rumah ibu yang mungkin akan ku kenang selamanya… Satu hal lagi jika aku pergi ke pasar induk kemudian melihat pedagang tahu, maka air mataku akan langsung berderai karena sebelum membeli kompor tersebut aku dan ayah makan tahu bersama.

Ilustrasi

Ilustrasi

Terima kasih atas pesan ayah, semoga ayah selalu bahagia di sana.

Bagi kawan-kawan yang memiliki kisah perjuangan menuju kehidupan saat ini, silakan kirim ke email peysblog@gmail.com. atau japri via FB. Harapan kecilnya, kisah hidup kawan akan menjadi inspirasi dan harapan besarnya akan mampu direnungi untuk melecut semangat menapaki jalan menuju sukses. Yakinlah di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan inspirasi dalam menjalani hidunya.

Mohon bantu menamai artikel ini

Demikian

Salam dari gunung

Iklan

Komentar»

1. Yudakusuma - 31 Januari 2015

Mantap, terus berjuang jangan surut dengan keadaan…

=========
Ternyata desain alphard baru terinspirasi dari gorilla 😆
http://yudakusuma.com/2015/01/31/desain-toyota-alphard-dan-vellfire-ternyata-terinspirasi-dari-wajah-gorrila-lol/

peysblog - 31 Januari 2015

Siap

2. Kobayogas - 31 Januari 2015
peysblog - 31 Januari 2015

Oke nanti saya sampekan hehe

3. Alki Rahmatullah - 31 Januari 2015

Ajib mang asep,terenyuh banget bacanya nih. bener bener harus bersyukur msh bisa sekolah sampe saat ini :’)

https://alkirahmatullah.wordpress.com/

peysblog - 31 Januari 2015

sebagian dari kita masih beruntung

4. prasetyo676 - 31 Januari 2015

Siiip…kang Peys. Dan bravo buat kang Asep. Semangatnya jempolan.

peysblog - 31 Januari 2015

berbagi semangaaat 😀

5. Ferboes - 31 Januari 2015

perjalanan panjang…. bukan sekedar sebuah warung

peysblog - 31 Januari 2015

hooh lek…. kirimin kisah petualangan mu donks

6. warungasep - 1 Februari 2015

komenku kamari mana nya??? wlwkwk nuhun mang pey nuhun semua… 😥

jemuran tingaleun

peysblog - 2 Februari 2015

ah gak komen ini kan?

SANSINNO.COM - 2 Februari 2015

mang asep ayah bangga padamu… 😀

7. Dari Tim Iklan Mio Sampai Jadi DPO… FBY Ini Tetap Cinta Mati Sama Yamaha | PEYSBLOG - 20 September 2015

[…] Kisah inspiratif perjuangan WarungAsep […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: