Iklan
jump to navigation

Filosofi Seni Pada Motor-Motor Yamaha 3 Februari 2015

Posted by peysblog in Design.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Sampurasun…!!!

tribal yamaha

PEY – Seperti yang kita sudah kita kenali bersama bahwa Yamaha adalah salah satu produsen sepeda motor terbesar di tanah air… Nama besar Yamaha merupakan kontribusi dari tampilan ragam produknya yang bisa dibilang lebih baik dari rival sebelah. Desain memang sisi yang sangat relatif artinya bergantung kepada selera masing-masing orang, namun kebanyakan orang akan memiliki kecenderungan yang sama terhadap baik atau tidaknya sebuah desain…

Yaaaaa… Yamaha menanamkan Filosofi Seni pada satu atau sebagian produknya, selain itu tersirat pula dari logo Garputala yang selalu menghiasinya karena sejatinya Garputala adalah instrumen seni musik… Mari kita flashback.

Berawal dari kesuksesan Torakusu Yamaha yang berhasil mendirikan Pabrik bernama Nippon Gaiki yang khusus membuat instrumen musik pada tahun 1897. Saat itu pula Yamaha menjadi produsen alat musik terbesar di dunia. 58 Tahun kemudian tepatnya pada tahun 1955, suksesor dari Torakusu Yamaha yakni Geichi Kawakami mendirikan pabrik bernama Yamaha Motor Company yang merupakan embrio dari Yamaha yang kita kenal saat ini… Berdirinya pabrik ini sendiri berkat keuntungan dan pengalaman selama lebih dari setengah abad menggarap instrumen musik. Hal inilah yang mungkin berpengaruh terhadap desain motor-motor Yamaha yang berani saya bilang all out dan mengandung filosofi seni, meski tidak semuanya baik namun 1 produk saja bisa mewakili flagship di kelasnya masing-masing… Untuk lebih jelas kita bahas satu persatu kelas.

  1. Sport Fairing

yamaha r15

Ada dua Sport Fairing yang berasal dari Yamaha yang saat ini beredar di pasaran, YZF R Series adalah keduanya… Meski R15 mungkin tidak begitu superior bahkan sering mendapat BC alias black campaign tapi lihat desain YZF R25 yang sangat menggoda bahkan seorang FBH kelas wahid pun secara terang-terangan mendaulat motor ini sebagai motor terbaik di 2014 versi dirinya,,, #colek mang Kobay 😀

  1. Sport Naked

Yamaha Vixion Facelift MT-15

Vixion dan Byson adalah representasi dari penerapan filosofi seni pada produk Yamaha, sebagian besar orang akan sadar jika membandingkan secara langsung rivalnya di kelas yang sama, bahwa desain Yamaha akan menang 2-0 sekaligus berkat adanya kedua produk.

  1. Cub / Bebek

YAMAHA JUPITER MX

Pada kelas ini saya wakili dengan 1 motor underbone Yamaha yakni New Jupiter MX, siapa yang tidak mengakui bahwa desain sang bebek sangat superior apabila dibandingkan dengan motor bebek lain. Sebut saja Blade atau Shogun, perbandingan ini mungkin tidak sepadan mengingat dapur pacu yang jelas berbeda. Kalau begitu gantikan posisinya kini dengan Jupiter Z1, apakah masih unggul? Yaaaa, unggul telak IMHO

Lalu bagaimana dengan urutan nomor 4 dan seterusnya?

Yamaha Soul GT Puncak Bogor

Pada urutan ini saya isi kategori matic dan sepertinya Yamaha dirasa belum optimal. Pada ketegori ini Yamaha masih kalah, sebut saja GT series yang memiliki detail yang sangat-sangat baik, contohnya lampu utama yang eksotis bak bumblebee, footstep dan knalpot yang berbeda namun ketika digabungkan kok terihat tidak sempurna… Jika perlu kita contohkan produk lain seperti Mio M3.. desainnya?? Bagus sih, tapi ah terlalu banyak detail sehingga terasa dipaksakan dan paksaan itu bukan seni namanya.

Kesimpulan

Semua paparan di atas adalah sebuah opini yang benar-benar berasal dari hati, karena hati lah yang mampu merasakan keindahan sebuah karya seni. Yamaha yang saya kenal semenjak dari rahim adalah yang selalu menyematkan Filosofi Seni pada produknya. Dan mungkin boleh disebut ARTISTIC BIKE versi jepang karena kelas italy belum mampu menjangkau masyarakat luas (apalagi saya yang berada di gunung)… Akankah ada perbaikan pada urutan ke 5 dan ke 6?

Banyak orang berkata “Yamaha Jualan Casing” ini adalah bukti bahwa yang mengeluarkan statemen terebut mengakui keunggulan desain Yamaha…. Namun bisa jadi kalimat tersebut adalah ameliorasi dari pepatah “Don’t Buy A Book By It’s Cover”, Hmmmm… mungkin ada benarnya di beberapa komparasi seperti fitur dan mesin, tapi ingat “Cover Does Matter”…

Jika benar demikian, Tinggal konsumen yang memilih kan..??

Demikian, silakan berkomentar

Salam dari gunung

Iklan

Komentar»

1. beatfi - 3 Februari 2015

Jozzzz

peysblog - 4 Februari 2015

ganduoss

2. orong-orong - 3 Februari 2015
3. SANSINNO.COM - 3 Februari 2015

kela-kela mang..teu salah uy..?? yamaha alus tapi nte pake motor honda uyyy…..teu kaci ah..heheh

http://sansinno.com/2015/02/03/badai-di-awal-tahun-2015-untuk-para-blogger-indonesia/

peysblog - 4 Februari 2015

tuh liat lagi donks ualasan no 4….

4. macantua - 3 Februari 2015
peysblog - 4 Februari 2015

susu ultra wakakaka

5. nivikoko - 3 Februari 2015
peysblog - 4 Februari 2015

wah suhunya datang 😀

6. pesblok - 3 Februari 2015

Jenderal ama gerombolan nya lagi pada pencitraan ngohaha

peysblog - 4 Februari 2015

terserah anda

7. PotretBikers - 3 Februari 2015
peysblog - 4 Februari 2015

ya begitulah

8. warungasep - 3 Februari 2015
peysblog - 4 Februari 2015

gadis cilik lincah nian.. apal kan lagu eta?

9. Alki Rahmatullah - 3 Februari 2015
peysblog - 4 Februari 2015

makasih kangbro

10. Kobayogas - 3 Februari 2015

waduh dibilang FBH wahid, tambah susah dah lepasnya hikksss…
————–
Tiger bakal reborn?
http://kobayogas.com/2015/02/03/bagaimana-andai-new-honda-tiger-itu-bermesin-vtwin-dan-desain-berbasis-vtr/

peysblog - 4 Februari 2015

hehehe ayolah move on laaaaah, gampang kok kalo cuman s*su ul*ra mah 😀

Kobayogas - 4 Februari 2015

naha susu ultra? wkwkw

peysblog - 4 Februari 2015

tanya tuh si wakwaw wkwkwk

11. Rijal RGZ - 3 Februari 2015

Ijal kembali hadirrrrr mang pey 😀
setelah kesibukan di sawah kali ini ijal akan berikan coment yg udah pasti di tunggu” :p
*dasar jalema lieur

-motor pertama ijal pas sma kelas 1 yamaha Force1 mesin 2 tak (110cc kitu:/) memang gak kalah dari rx-king
klo soal desain mungkin force1 yg tebaik di jaman-nya 😀

*da akumah apa atuh nyekel hp ge teu ari 😦

peysblog - 4 Februari 2015

jiah ngalilieur olangan wkwkwk..
sarua euy motor pertama na

Rijal RGZ - 4 Februari 2015

Tarikan janda-nya#eh setan-nya itu loh mang 😀

peysblog - 4 Februari 2015

wehehehe

12. riand - 3 Februari 2015

Ralat kang. Paragraf 1 itu “pabrik sepeda” kurang dikit tambahin motor. 😀

peysblog - 4 Februari 2015

oya… makasi bro 😀 beginilah kalo artikel panjang

13. 46sukses.com - 4 Februari 2015

Ok..stuju…di liat dari logonya aja udah keren ya…oh ya pada tau gak ,,,?kalau logonya itu mirip huruf arab “LAM ALIF”
3huruf lam alif yg di susun dan membetuk hurup ya mewakili
YMH.saya katakan mirip hurup arab karena dalam ilmu kaligrafi ada khot yg de sebut khot kufi,,,,jadi liatlah hurup lam alif yg khot kufi kmudian liat logo yamaha…pasti sama…..hehehehe

peysblog - 4 Februari 2015

ahahaha bisa aja nih… la alif klo ada tiga jadi bunyi lalala dongs

14. Subjektif - 4 Februari 2015

Salam wanoh, kang. Sy pengunjung baru …
Urusan desain itu kental dg unsur subjektivitasnya.
Memang cantik itu relatif, tp suangat cantik itu mutlak. Jd yakinlah kalo desain yg ‘sangat bagus’ itu tidaklah nisbi, tp mutlaQ.
Sy setuju dg ‘kata hati’ kang Pey, desain yamaha sarat dg filisofi seni. Tapiii….. imho, antar sudut/part tidak kohesif, tdk ada keterkaitan garis desain, tdk padu n tdk harmonis. Cenderung setiap sudut/part punya desain masing2, padahal dlm satu motor lho!!!
1. NVL
-Desain cakep serba lancip, tp lampu depan dempes, tunduk memble tdk brwibawa (z1000 nunduk tp bengis, pulsar135 nunduk tp apik n ceria)
-Lampu buritan muantap tp syg fender gitu (bandingkn dg byson yg sporty)
-Bagian atas solid n kompak, tp pangkal mufler kopong n kosong.
2. Byson
Batok lampu cakep, tp ntah knp, penyatuan tangki dg batok lampu spt ada garis demarkasi yg memisahkan keduanya. Sdngkn tangki-headlamp NMP asa lebih kompak n kohesif. Tp secara kesuluruhan jelas byson lbh artistik dibanding NMP. Klo double disk masuk kategori desain (bkn sekedar fitur), jelas yamaha kalah oleh honda. Sekelas scorpio z disk-nya jomblo. he …

peysblog - 4 Februari 2015

wah lengkap nih analisanya… mantap kangbro, bener banget tuh tp kecenderungan orang kurang lebih akan sama. IMHO

putra - 10 Maret 2015

ambil sudutnya maka akan jadi lambang bendera ISRAEL

15. Subjektif - 4 Februari 2015

Ya bener kang, itu kufi banget. Walaupun secara ‘konseptual’ semua jenis khath (kufi, naskhi, diwani, farisi, riq’ah n tsuluts) itu sama saja. Terdiri atas dua garis yg berjajar kemudian ada garis yg menyatukan keduanya.
Tapi sayang … لا … itu artinya negasi; tidak/jangan.

peysblog - 4 Februari 2015

La nahi atau la nafi? hehehe jd bahas huruf arab kite, tp seni juga sih tuh

16. 46sukses.com - 6 Februari 2015

Yowis tak tambahi maneh iki…ben mawut…hahaha…la menurut kitab TA AWUR,kata logo yamaha yg berupa huruf laam alif kalo di harokati fathah kan di baca laa…konon ,,kata “laa” itu di nuqil dari kalimat laa ilaahaillalloh…..rowahu mbah dharmo,,,,,kaboooooooooooooooooooooooooorrrrrrrrrrr,,…ora arep mbalik mrine maneh aku,,,,,kabooooooooorrrrrrr…..takuuuuut,,,,kabooooooerrr

17. putra - 10 Maret 2015

itu mah lambang nya israel.. coba aja liat dan bandingkan.

18. Lagi Dan Lagi, Yamaha Test Motor Baru… Akankah Bluecore Merambah Segmen Bebek? | PEYSBLOG - 12 Mei 2015

[…] Filosofi Seni Yamaha […]

19. mexacta - 21 Mei 2015

motor yamaha emang keren keren dah, nggak nyesel gua belinya. sekalian mau tanya kalo harga jupiter mx new berapa ya?

20. Kontroversi Desain MT-25… Antara Filosofi Dan Paradigma | PEYSBLOG - 6 Juni 2015

[…] Filosofi seni pada motor Yamaha […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: