Iklan
jump to navigation

Blogger Dollariyah?? Bandingkan Dulu Konten VS Cara 15 September 2015

Posted by peysblog in Budaya.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
trackback

Sampurasun…

Ilustrasi Sazaaaa

Ilustrasi Sazaaaa

PEY – Menyikapi apa yang terjadi akhir-akhir ini ketika banyaknya para Blogger senior agak “saling sikut” dan terkotak-kotak seputar cara ngeblog mereka, baik disebut blogger jemuran, blogger comberan, blogger ekonomi lemah, blogger Dollariyah dll. Ada pula yang sampai muak dengan semua kelakuan mereka padahal mustaqbilal otomotif loh semuanya. Apakah salah?

Saya ingin melihat persoalan ini dari sudut pandang saya sebagai mantan silent reader yang gak ribet yang penting membaca dan dapat informasi, saya pelanggan blogsphere sejak 2011, baik sekedar membaca dan menikmati karya kadang pun berkomentar. Karena jujur saja saya benar benar baru soal blogging, baru setahun lebih. Jikalau ada klasifikasi senioritas maka saya baru masuk kelas 1. Untungnya tidak ada istilah itu. Kehadiran saya cukup diterima.

Oleh sebab itu ketika saya membangun blog kecil ini, saya tidak pernah ragu menyebut / memanggil mereka Mentor dan Inspirator karena nyatanya seperti itu, tidak pernah malu juga untuk bertanya soal ini itu dan meminta saran membangun blog yang baik. Semua menjadi landasan dan menjadi prinsip saya dalam ngeblog .

Salah seorang blogger besar pernah berpesan :

“Seorang Master pun berawal dari nubie, kalau Pey mau bikin blog idealislah dengan konten bukan idealis terhadap cara ngeblog. Contoh seperti ini misalnya seorang pembaca membuka blog A kemudian blog B dan selanjutnya blog C, sementara isinya sama saja, ya mau dapat pembaca dari mana kalau sekedar ngekor seperti itu? Kalaupun mau ngekor angkatlah sudut pandang lain misalnya intrik atau kalau Pey memang sukanya desain ya jadikan itu sebagai inspirasi desain”

Apa yang dikatakannya benar-benar terukir di pikiran saya, KONTEN vs CARA. Sehingga meskipun kualitasnya rendah, konten peysblogcorner.com insyaallah originalitasnya masih terjaga. Meski beberapa cara dalam hal blogging membuat orang – orang muak. Misalnya cara sharing dengan JEMUR dan cara posting yang INKONSISTEN. Sekedar informasi saja bahwa banyak blogger bukanlah fulltime, mereka pekerja yang meluangkan waktu untuk berbagi informasi bukan sekedar upload kegiatan harian untuk ngeksis. Tidak seperti itu. Jadi apakah kita harus diam saja ketika disebut sebagai Blogger Dollariyah?

No…!!! Masih banyak sumber-sumber Dollar lain di dunia nyata. Dollar mah banyak di luar juga

Lalu bagaimana soal praktik jemur menjemur? Bagi saya sebagai pembaca jemuran itu berguna, toh ketika tidak dibutuhkan ya gak usah diklik, sesimple itu!!! Bayangkan ketika memposting berita aktual tanpa jemur, mau darimana dapat pembaca? Nunggu gugel sampai postingannya basi? Jemur adalah cara terbaik untuk menyebar informasi secara cepat daripada mengandalkan SEO yang ilmunya tidak dimiliki setiap orang. Bukan sekedar mengejar hits yang akhirnya berujung dollar. Ingat, Dollar mah banyak di luar juga.

IMHO alangkah lebih baiknya jika mengandalkan originalitas konten yang informatif, semua itu berguna bagi pembaca sekaligus tabungan akhirat berupa pahala juga bagi penulisnya, kenapa bisa jadi pahala? Meluangkan waktu, mengeluarkan biaya, menguras otak demi memberikan informasi yang membantu secara tidak langsung menjadi nilai plus dari hobby menulis. Sebagai contoh Mang Eno Anderson yang berjam-jam ngetik artikel sejarah roda dua, Mas Joe motoblast yang menguras otak memberikan desain terbaik, mang Kobay yang rela bolak balik kesana kemari untuk liputan/review, Mbah Bons yang aktif terus mantengin TMCPolri, Mas Sayur / mang Asep / Mbah Dukun yang rela membagi waktu di tengah jualannya demi ngeblog. Dan masih banyak lagi blogger-blogger lain. Demi Dollarkah? Lebih kepada demi memberi informasi. Dollar mah banyak di luar juga.

Ini semua soal pendapat, silakan bandingkan saja sendiri idealis KONTEN atau idealis CARA. Tak bisa dipungkiri memang Dollar mempengaruhi tapi tidak bisa dijudge juga bahwa ada golongan Dolariyah. Sepertinya kalaupun mau berpendapat tak perlu “seperti disengaja” ingin mengumumkan bahwa ada golongan tertentu di dunia blogsphere. Biarkan mengalir saja. Saya juga tidak pernah merasa muak dengan pengekor, toh gak salah juga soalnya antara satu blog dengan yang lain pembacanya berbeda kan??? Dollar mah banyak di luar juga. Ahahahaha

Ini kalimat akhirnya diulang-ulang??? Kalau mau hitung-hitungan ngeblog mah habis pulsa Rp. 300K sementara dapet dollar mah dibawah 100$, kalau di dunia nyata 1 bulan bisa dapet $100-$1000, ya gak? Jadi Dollar mah banyak di luar juga

Nahhh silakan dikomentari / diungkapkan seputar KONTEN vs CARA ini, mari sikapi dengan elegan.

Salam dari gunung

Iklan

Komentar»

1. cadoxs - 15 September 2015

Coba saling hormat menghormati tapi emang begitulah hidup yg bikin rame,rejeki udah ada yg ngatur sesirik apa kita keorang lain justru akan tambah sengsara ya pikiran ya harta benda 😄

peysblog - 15 September 2015

Wejangan. Sungkem dulu ah

FЭЯY - 15 September 2015

waaahhhh….abah cilox’s bijak coy,beak sabara botol aqua lakban tah jadi kitu 😆 :mrgreen:

2. Kobayogas - 15 September 2015

satu yang pasti, itu bukan saya yang ngasih tau mang pey wkwkwkwkw…
tapi.. dollar mah banyak diluaran juga 😀
——————–
http://kobayogas.com/2015/09/15/keren-juga-kalau-ayago-yamaha-nanti-basisnya-dari-new-vixion/

peysblog - 15 September 2015

ah teu ngarti urg 😀

3. dimensiontripper - 15 September 2015

blogger nyubi yang cuma ngeblog buat latihan nulis nyimak aja…

peysblog - 15 September 2015

saya juga nubie banget

4. FЭЯY - 15 September 2015

ora dollar ora nulis wkwkwkwkwkwkwkwkwk :mrgreen:

peysblog - 15 September 2015

blogger ogah-ogahan wkwkwk

5. Mr. Uip - 15 September 2015

Eta pisan mang, I like i like.. I like fulusss

peysblog - 15 September 2015

sama atuh heheh

FЭЯY - 15 September 2015

aya duitan mah ya moal ogah ogahan lah 😛 #berusaha tidak munafik :mrgreen: 😆

peysblog - 15 September 2015

besar pasak drpd tiang buat para nubie macem kita mah coy

6. ariefsupriyadi90 - 15 September 2015

Wah dolar

peysblog - 15 September 2015

blogger kue 😀

7. macantua.com - 15 September 2015

Kalau kata Toretto “its not about speed”, kalau gw bilang “ini bukan cuma soal duit”… tapi awas mang…. nanti yg tua tua pada jantungan liat notif banyak buahahhahaha

peysblog - 15 September 2015

wowww si amang kenal jng toretto wahahaha

macantua.com - 15 September 2015

Aing tea atuh

Tong boro toretto…. torerojing terojing wae wawuh hhahahaha

peysblog - 15 September 2015

komo urg di imah boga charger loba :B

macantua.com - 15 September 2015

Teu nyambung hahhaha

peysblog - 15 September 2015

mobilna charger mang. ur loba charger hp urut. Arek meser? hegae 2 $ ge hahha

macantua.com - 15 September 2015

Awiiisssssss

8. ariefsupriyadi90 - 15 September 2015

Jadi takut jemur . . . Gk jadi jemur ah . .

peysblog - 15 September 2015

hahahaha… rasanya gimana dikasi jemuran? kn gitu sy nanyanya

ariefsupriyadi90 - 15 September 2015

Haha Jemuran bisa datang kan banyak dolar mang . . Kecuali kue Jamuran modar rr . . Ngoahahahaha .

9. warungasep - 15 September 2015

jemuran = najis(sepertinya)

blogger jemuran masuk neraka
blogger anti jemuran masuk surga (dalam pikiran mereka)

peysblog - 15 September 2015

klo gk dijemur kapan keringnya = kalo gak dishare kapan dibacanya. Basi manaten

10. Apipblog - 15 September 2015

Kalo menurut saya pribadi hit memang sesuatu banget buat blogger manapun…. kebanggaan tersendiri buat blogger termasuk saya yang masih nubie .. ketika artikel di baca oleh orang banyak , inspirasi atau opini yang biasanya se alakadarnya saya senang kalo ada mampir … (melas mode on ) 😂

peysblog - 15 September 2015

betulll. tapi kadang ada yg nyebut dolariyah. padahal dolarnya mah berapa atuh

Apipblog - 16 September 2015

Yah begitulah … idealisme terlalu tinggi.. btw kapan jonggol musim durian lagi … hehehe …

https://abdulapip.wordpress.com/2015/09/15/first-mover-di-sport-bike-150cc-yamaha-mt15-dengan-suspensi-usd/

11. viki - 16 September 2015

Semua KEBENCIAN dan HINA nya “kalian” ini berawal dari KETIDAKADILANNYA cara memandang, dan mengomentari sebuah produk yang kalian bahas, kalau kata bahasa Ingris nya mah “saria mah beurat sabeulah alias dengdek bin jigah anu sesa tigeledug otak na”
Coba ajah NETRAL DAN JAGA perasaan para FB di jamin dan tak dongakno jadi bloger papan atas degujubar !!! (Jgn pake emosi bacanya, tapi pelan pelan dan resapi) *cling* ngaleungit.

peysblog - 16 September 2015

beurat kaman euy? coba contoan

12. ninja150ss - 16 September 2015

Ah ane ngeblog jg cm iseng2 mang,update aja jarang pake banget 😆
Dibaca syukur gk dibaca jg gpp 😛

peysblog - 16 September 2015

anda blogger pasrah wkwkwk piss om

ninja150ss - 17 September 2015

Hahahaha

13. Reza Kurniawan - 16 September 2015

Kalo ngebul ya tulis ngebul
Kalo klotok ya tulis klotok
Kalo bosok ya tulis bosok (busuk)
Uda gitu aja
Gk usa ditambah gula, nanti diabetes

peysblog - 16 September 2015

kita tuntut keadilah. maju terus

14. mansarPost - 16 September 2015

impianku, saat ini biarlah aku yang sibuk njemur.. tapi suatu saat, mudah2an pembaca yang njemurin (ngeshare).. amiinn..

peysblog - 16 September 2015

Amiiiin…

15. motomazine - 16 September 2015

Intinya semua berangkat dari iri dengki srei gak suka dan gak mampu. Apapun itu, hasil jerih payah blogger adalah sebuah karya. Yang patut dan musti diapresiasi. Dolar mah cuma bonus. Lagian masih banyak dolar di luaran sanah..
http://motomazine.com/2015/09/16/klasemen-sementara-pebelap-motogp-pasca-race-misano-2015-valentino-rossi-masih-kokoh-di-puncak/

peysblog - 16 September 2015

Itu dia

motomazine - 17 September 2015

Nah… So keep blogging keep writing n keep ….

16. sijidewe - 16 September 2015

satu lagi jangan lupakan etika.. karena sudut pandang, pola pikir tiap orang berbeda.. dan kalau konten bagus ga perlu jemur banyak yang nyari kok.. percaya deh 😀

http://sijidewe.com/2015/09/16/tips-seo-untuk-pemula-1-jurus-mata-pisau/

Bonsai Biker - 16 September 2015

aku gak percaya

SANSINNO.COM - 16 September 2015

konten bagus kalo belum terkenal gag akan ada yg nyari bro…hee setau ana gtoo…
harus terkenal. konten bagus..baru banyak yg nyari…

Indomoto - 16 September 2015

aku juga 😀

peysblog - 16 September 2015

Aku gak punya ilmunya

peysblog - 16 September 2015

setujuuu kalau urusan etika mah, ini jg ada yg post d FB gk pake etika. ya saya terpaksa bergerak. Kalo untuk SEO saya gak punya ilmunya om

17. Leopold S - 16 September 2015

blog your soul out.
Asal jujur dan otentik, ga sekedar mengejar hits, kita dan pembaca sama2 puas, dan lemass

peysblog - 16 September 2015

Sabisa-bisa sampai lemas pun gapapa, gitu ya om

18. sansinno.com - 16 September 2015

dollar mah banyak diluar juga…tp nu batur..hehe

keren mang postingan nya..walaupun saya kurang update dan kurang mengerti perkembangan dunia blogsphere sekarang gimana..ujug2 aya blogger dolariyah, ekonomi lemah..dll saya kurang ngerti awalnya sampe terkotak2 gtoo…

tp satu hal nu ku saya inget…saya mulai lemes ngeblog gara2 dicabut WA..hee sampe sekarang masih nulis..tp jarang..gag tiap hari nongol kaya dulu..bukan berarti saya mata duitan…tp ngeblog gag ada WA itu kaya kurang motifasi dan dorongan..dorongan dan motifasi itu penting..kalo dorongannya hilang ya jadi kaya saya…masih mantap ngeblog..tp males2n..hee

SANSINNO.COM - 16 September 2015

jd intinya kalo menurut saya blogger dollariyah itu normal dan wajar karena setiap blogger butuh dorongan dan tambahan..secara gag ada yg gratis di dunia ini…beli pulsa internet, listrik, waktu, tenaga….apalagi blogger newbie kan gag ada yg endorse macam blog kondang..jadi pemasukan utamanya ya WA…jadi kalo ada yg bilang aneh2 itu mereka cuma iri aja..

Coba bayangin kalo TMC, IWB gag ada yg iklannya..apakah mereka bisa semangat ngeblog sampe full jd blogger..?? halloo…liputan itu butuh biaya, bensin ke TKP, makan, minum, blm lagi report liputannya mesti pake paket internet..semua itu gag gratis bung…darimana lagi kalo bukan dari iklan…

Nah sekarang blooger WP yg cuma ngandelin WA yg notabene besar kecilnya income tergantung hits disalahin mulu karena jemur..?? hellooo..saya harus bilang sekali lagi blogger dollariyah, blogger jemuran itu wajar dan normal..mereka butuh pemasukan buat blognya..

blogger jemuran juga menurut saya wajar mang..secara hits berjalan beriringan dengan popularitas…ibaratnya sekali mendayung 2-3 pulau terlewati…sambil berjemur, pamor blog naik..dollar bertambah..semakin mudah dikenal juga blog kita…jadi tujuan jemur juga normal..soalnya yg di kejar gag cuma uang..kalo ada yg bilang aneh2 sekali lg saya harus bilang mereka cuma iri..

karena gag semua orang tau trik seo..jadi setiap blogger punya caranya sendiri dalam mempernekalkan dan mengelola blognya..

jadi saya harus bilang sampe detik ini cara paling cepat memperkenalkan blog kita ya jemur di sosmed..lagian ribet amat kalo gag suka ada jemuran ya jangan di klik kan gampang..kalo gag suka di tag ya di hapus aja tanda nya…jadi sekali lagi saya harus bilang kalo ada yg ngomong aneh2 mereka cuma iri…

Sorry panjang mang..hee

peysblog - 16 September 2015

Betul mangs. Makanya saya bilang kontribusi dollar jg gk bs diingkari, hanya saja kalo seukuran saya mah lbh besar pasak drpd tiang. klo disebut ujung2nya dollar mah lebih banyakan di luar drpd ngeblog.

SANSINNO.COM - 17 September 2015

ya pasti mang..ana juga gitu…kalo blogger ya gag full ngeblog mah pasti cuma selingan doank..pedapatan diluar pasti lebih gede dari pd hasil WA…WA cuma support ngeblog aja…toh gag ada iklan lain kan..jadi kita ngandelin WA ya wajar aja..

19. addidiero - 16 September 2015

Susah mang susah, Njemur salah, gak dijemur salah… kalo Saya mah Coba² aja, daripada isi otak gak dipake, uneg² banyak dianggurin kan gak bagus juga. Orang blogger² kondang aja masih belum lepas dari kritik, apalagi yg nubie 😦

peysblog - 16 September 2015

betul. buat para nubie macem kita mah lbh ke hobby

20. Mase - 16 September 2015
peysblog - 16 September 2015

spegeh wkwkwk

Mase - 17 September 2015

Wakakakkk

21. balimotorider - 16 September 2015

salam dari nubie om…..
sering mantau dan comment dri taun 2009
mohon bimbingannya

peysblog - 16 September 2015

Apalagi saya nubie pisan

balimotorider - 17 September 2015

Toozzz….sesama nubie klo gitu 🙂

22. touringonline - 18 September 2015

semoga yg kayak gini bisa dibilang asli, hihihi.
nih contohnya.
————————————————————

https://touringonline.wordpress.com/2015/09/17/bikin-cajon-sendiri-yuk/

23. rezawarblo27 - 18 September 2015
24. yht2506 - 18 September 2015

setuju….asalan eh alasan utama saya ngeblog adalah untuk belajar menumpahkan ide atau pendapat yang ada di kepala dan bikin gemes kalau tidak dikeluarkan….berhubung hobi otomotif (walau nanggung juga) ya kontet eh konten lebih banyak ttg otomotif utamanya roda dua….
kalau isinya kurang ke arah yg teknis karena memang saya kurang tahu masalah teknis jadi lebih mengambil sudut pandang org awam….
jemuran? sah sah saja….lah seperti yg ditulis kang pey, darimana kita bisa pny pembaca kalau tidak melalui jemuran?
kitu kang pendapat abdi….

peysblog - 18 September 2015

Sip… Saya juga begitu. non teknis tapi ya minimal bs menyalurkan hobi oretoretan. dapet dolar syukur gk dpt jg gapapa. lagian klopun mu itung2an malah tekor saya mah

yht2506 - 19 September 2015

Hahaha ….bener2

25. dwi - 20 September 2015

ya begitulah mang pey, setuju bgt sama pemikirannya

hormat dan menghormati, jngan maunya hanya dihormati, sering sih jd silent reader selama ini baca komen berharap bisa sharing ilmu itu yg penting, 1,2z bolehlah bercanda asal jangan keterlaluan.

semoga kesabaran tetep diberikan dan tetap semangat mang,
satu lg angkat topi buat blogger yg disebutkan diatas. makasih mang

peysblog - 20 September 2015

Siyaap

26. Yudakusuma - 25 September 2015

halo mas baru baca tulisan masnya… sebenarnya saya masih bingung soal ini sebab saya rasa sih masbro-masbro yang dianggap blogger dolariyah oleh siapa (saya gak tahu) ini agak ‘miss the point’. Jadi sekalian deh saya curhat disini hehe…

Bagi saya yang ndak rajin bikin artikel yaah sebenarnya gak masalah kalau ada blogger yang mencoba membuat artikel lebih sering entah kontennya mainstream atau tidak. bahkan saya dengan senang hati kok ngeklik linknya kalau memang ingin tahu terkait hal tersebut. Bagaimana cara mempromosikan masing masing juga fine fine saja. hanya saja poinnya cuma satu : jangan sampai cuma hanya karena “jemur” saja semua orang terasa terganggu ketika membuka wall fb.

ngerti banget kalo masnya bilang “jemur adalah cara terbaik untuk menyebar informasi secara cepat daripada mengandalkan SEO yang ilmunya tidak dimiliki setiap orang.” (walaupun gak perlu khawatir masalah SEO karena ada Team Automattic WP yang ngurus) namun jemur itu 1001 cara kok. Yang saya lihat blogger sekarang mengambil 1 cara dengan jemur 1001 tempat, ketika kita melakukan hal tersebut memakai akun yang masih temenan sama orang2 dekat kita, ya jelas annoying. coba cek mesinbalap.com, autonetmagz.com mereka bisa masif tapi tidak menggangu wall fb orang juga (itu kalau orientasinya mau ngehits sama seperti mereka) 🙂

Main topic : Kalau saya sendiri heran ada julukan dolariyah, saya nanya rekan2 blogger dari saya sendiri juga nggak ada yang tahu asal julukan blogger dolariyah. Lagian kalo dilogika pun toh saya dapatnya wordads dan adsense berupa dollar, teman saya ya dapatnya dollar jadi kalo kami ngapain cari ribut cuma masalah dolariyah? jadi entah darimana asalnya sih juga saya bingung. Namun andaikata pun julukan ini dari orang luar jadi bahaya juga dong sekarang image semua blogger dianggap jelek. karena orang berpikir para blogger2 itu satu kesatuan, Namun dimana ada 1 blogger yang fail disitu orang berpikir negatif sama semua blogger.

so intinya itu masukan lah bagi kita semua, ada yang bilang sana sini, marilah diserap dan dicari masalahnya apa. jangan dimentahkan sebab tetap gak solving problem. Oh ya, jangan dianggap blogger senior alergi sama jemur juga, wong senior malah yang pertama kali jemur juga cuma beda teknik dan cara.

Gitu aja sih, cuma menyalurkan pendapat saya. ini sih murni dari pemikiran saya, gak tahu deh kalau yang lain. btw saya juga newbie kok jadi mari kita tukar pikiran 😀

peysblog - 25 September 2015

Mas bisa liat di beberapa komentar dan bahkan ada pula yang spam. ada yg nyebut blogger dolariyah di saat saya mulai konsisten nulis. ada juga yang ngejek di salah satu grup dan nawar blog saya. padahal saya nubie dari seorang mantan silent reader yang bnr2 seneng baca. dan ngeblog ini ditujukan untuk menyalurkan hobbi, nah sementara saat ini bnyk pula yang mencela blogger lewat aksi jemur. padahal saya sangat menghormati mereka dan tau apa yg mereka lakukan untuk mendapat tulisan yg baik itu. Mslh jemuran, saya sih mandangnya dari sudut pembaca yg simple, “klo gk perlu gk usah diklik” itu yg saya rasa selama ini. Jadi kalau ada anggapan orientasi : Jemur = Hits = Dollar sepertinya kurang relevan. Makanya saya angkat secara umum saja tidak spesifik ke Jemur. Monggo diliat artikel saya yang lain yang intinya sangat menolak julukan Blogger Dolariyah

Yudakusuma - 26 September 2015

Hem, saya kira kurang tepat memahami masalah jemur ini. Karena saya rasa biang keladinya ya jemurnya saja terlalu masif sehingga buat annoying. Masalah kontennya sama atau gimana atau kontra gak banyak kok yang protes. Maka oleh karena itu kalau jemur ≠ hits > dollar maka boleh dong cara jemurnya sedikit kita ubah? Msh ada 1001 cara kok… 🙂

Kalau cuma masalah ada yang nyindir blogger dolariah masa saya harus nyuruh mas pey juga lihat komentar artikel2 saya sih? :mrgreen:

peysblog - 26 September 2015

Kok malah ke jemuran sih mas? Hehehe Maaf kalau cara pemahaman saya kurang tepat karena ini sudut pandang saya sbgy nubie yg ngblognya baru setahun 😀 artinya masih lbh bnyk baca drpd nulis = Lebih bnyk juga klik jemuran drpd jemur. Dan pada bahasan ini, hanya sedikit menyinggung soal jemuran, tepatnya setengah paragraf. Barulah di kolom komentar melebar kesono. Saya gak jemur banyak2 loh mas paling d wall sendiri, status dan beberapa grup motor dan blog, kalopun yg share itu bnyk berarti itu pembaca saya yg jemurin. Klo mnrt mas Yud biang keladinya sy disebut blogger dolariyah adalah karena jemuran sepertinya ngenes bgt itu buat saya, beneran. Karena itulah yg saya gak mau.
Mungkin perlu saya jelaskan nih asal mula kepikiran bikin artikel ini, kan tadi mas Yud nanya dr mana asal julukan blogger dolariyah, kalo saya pribadi ya jawaban yg awal itu. Jelasnya ada pengunjung yg request dan gk saya kerjain malah nanya tarif, udah saya kasih tarif malah caci maki. Terus belajar interaksi d grup malah nawar harga blog. Ditambah ada juga tuh di FB yang bilang muak dgn blogger baru yg jemur kpingin dikenal, apa harus sampe segitunya kepada para nubie seperti saya ini? Saya kpingin menyalurkan hobby, nyari sodara dll. Ini akibatnya malah lahir julukan baru yaitu Blogger Kemarin Sore setelah sebelumnya ada sebutan Blogger Dolariyah, Blogger Ekonomi Lemah, Blogger Gunung akhh pokonya banyak lah hahaha nasiiip. Nahh itu cikal bakal artikel saya ini. Kebetulan saya ini pekerja keras yang dolarnya lebih banyak di luaran jadi yang paling ngenes adalah Dollariyah itu, judul Konten VS Cara adalah pembelaan saya supaya dibaca dan dibandingkan. Dan tau apakah saya ngeblog cuma buat dollar.
Artikel ini lebih ke penekanan konten, banyak yg gk protes tapi saya jujur kecewa bnyk blog yang saya ikuti sejak silent reader doank sekarang isinya “yang penting ada” pokonya gak semenarik dulu deh. Sebenarnya iniloh maksud saya mas, hanya sudah diperhalus di artikelnya dan sekarang terpaksa hrs saya jelaskan di mari daripada nanti ada salah paham. Lalu kalo kmudian ada yg ksinggung atau merasa ditunjuk langsung oleh artikel ini silakan dipahami, sy tidak mnunjuk perorangan atw kelompok, tdk juga mengaggap blogger senior anti jemuran seperti yang mas Yuda bilang. Sama sekali gak anggap begitu saya mah.
Terakhir untuk liat2 komentar/artikel lain itumah sekalian promo, jarang2 ada suhu blog otomotif mampir di mari. kali aja diliat2 bs tertarik karya saya wkwkwk
Nuhun atas kunjungannya, tapi apa benar saya dsbt blogger dolariyah dengan biang keladi jemuran? Hiks

Yudakusuma - 26 September 2015

halo mas, maaf loh mas, saya ini lagi nggak ngomongin masnya. karena saya kira masnya ngomongin topik yang lebih ‘makro’ soal blogger dolariyah yang sedang ngetren kali ini dibuat artikel oleh para blogger. Dalam artian saya pun ya kaget kok tiba2 pada ngomongin dolariyah, ya saya ikut rembug saja memasukkan pikiran saya… kebetulan di blog masnya. ^^’

kalau ternyata sudut pandang artikel ini lebih ke ‘personal’ diri masnya, ya komentar saya beda lagi. selama ini saya nyaman2 saja sama blog masnya kok, karena lebih mengedepankan quality content. Sering juga saya mengunjungi blog masnya walau cuma silent reader atau malah jemur di blog. kalau masalah diejek dan dicap aneh2 saya juga ada kok di blog saya, tanya saja yang sering blogwalking ke tempat saya, kang kobay tuh 😛

Sebab kalau balik lagi ke masalah ‘makro’ blogger dolariyah tadi, saya sebagai blogger kadang juga dapat keluhan curhat dan lebih banyak yg curhat non-blogger daripada blogger. ada yg dari pembaca biasa, anak klub bahkan para rekan2 media karena kebetulan lingkungan kerjaan saya sudah berada di media. Dan setelah saya runut, masalah mereka lebih ke arah masalah jemur di fbnya sih selebihnya mungkin content… memang sih ada beberapa blogger yang agak maksa kalau jemur. 😐

BTW saya bukan blogger senior juga mas, masih dikelompokkan generasi new wave juga. Senior mah diluar banyak atuh… 🙂

Semoga clear ya… toh saya ngomong begini cuma ikut urun rembug bukan ngejudge orang, saya kan masih blogger :mrgreen:

peysblog - 26 September 2015

Oh gitu toh maksudnya. Saya kira mas Yud sama juga anggap saya dolariyah hehehe, klo diskusi seperti ini kan clear bgt dan sy senang dpt ilmu dari pengalaman dan saran yang disampaikan dgn elegan. Makasi bgt nih mas.
Lain kali mungkin perlu ada yang nulis panjang lebar ke persoalan jemur-menjemur ini, biar discusnya makin juos, hanya saja soal jemuran dan cara ngeblog itu personal, jadi harus benar-benar diangkat dari berbagai sudut. Baik itu prinsip, opini maupun norma. Dan saya merasa gak mampu bahas ke ranah itu krna status nubie dan kterbatasan pengetahuan saya sendiri, ntar malah ada sebutan Blogger Sotoy, apes lagi atuh saya. Mungkin mas Yud tertarik? Apalagi ada acuan dari keluhan2 tadi.

Yudakusuma - 26 September 2015

Sebenarnya saya sih pengen aja mas, malah kalo bisa dari kemarin udh tak bahas. Cuma ya kayaknya bahas seperti ini harus mencari kata yg tepat biar gak salah paham. Soalnya saya denger2 ada miss understanding antar blogger juga. Yah intinya kudu mikir ngolah kata yg baik gimana sih haha… 😆

Saya harap sih semua pihak bisa menyingkapi hal ini dengan kepala dingin, tanpa membesarkan ego masing2. Dollar memang nikmat tapi guyub antar blogger tetap yang utama 🙂

peysblog - 26 September 2015

Itu dia.. ayo angkat mas, pokoe saya ikutan hehehe

27. anonimus - 11 Oktober 2015

kalo kata bon jovi mah,
IT’S…MY…BLOG!!!

peysblog - 20 Oktober 2015

sip

28. blogger wonogiri - 5 Februari 2016

wah di wordpress ternyata ada juga ya yang ngeributin masalah beginian,

29. jildhuz - 2 April 2016

Wah rame, sebenernya menurut saya kok ya blogger dollariyah kenapa selalu di samakan dengan iklan? Heran saja

Padahal iklan itu income paling kecil lho di blog, kalo mau income besar mah tinggal nulis paid review
Ngaku gak pake iklan tapi paid review mah sama aja

Balik lagi blogger itu bebas, bebas nulis kalo di tungangi iklan masih mending, kalo di tunggangi. Paid review?

Sapa coba yang tau dia berhubungan sama yang di review, taunya kalo gak bagus bagusin produk ya jelek jelekin produk, baper sana sini

http://jildhuz.com/2016/04/02/alasan-leader-mlm-tidak-mau-memodali-calon-downline/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: