Iklan
jump to navigation

Apa Saja Motivasi Di Balik “Ulah” Marquez di #SepangClash 27 Oktober 2015

Posted by peysblog in Konspirasi, PADAAW.
Tags: , , , , , ,
trackback

Sampurasun…

rossi vs marquez sepang

PEY – Sebagai salah satu pecinta motoGP meski sekedar mantengin doang tanpa punya dukungan pasti apalagi setelah kehilangan respek kepada 99, 93, maupun 46, saya masih saja berasa penasaran dengan insiden #SepangClash antara Rossi dan Marquez. Gak akan habis memang kalau mencari kesalahan. Tapi pihak Dorna sendiri sudah menyebutkan bahwa keduanya SALAH. Rossi jelas dengan sengaja menggerakkan lututnya meskipun kesengajaan tersebut bukan untuk menjatuhkan lawan jadi istilah Rossi menendang Marquez rasanya kurang tepat. Dan kemudian kesalahan Marquez adalah sengaja menghambat laju Rossi, tapi masih legal alias tidak melanggar peraturan balap. Jadi intinya keduanya salah, OK? Kalau setuju yuuuk lantjoet…

Nahhh tidak ada salahnya kita menganalisa apa sih yang memotivasi Marquez dalam “ulahnya” itu? Pake tanda kutip ya jangan kebakaran hehehe. Setidaknya ada 3 hal yang saya rangkum dari berbagai sumber.

1. Kongkalingkong antara Lorenzo dan Marc (70% Pendapat)

Banyak yang menyebut bahwa hal ini dipicu oleh yang namanya “National Order” atau adanya “bantuan” dari rekan senegara Lorenzo untuk memuluskan jalannya meraih Jurdun 2015, kalau begitu kenapa harus Marc? Yang mampu menandingi skill Rossi cuma marquez seorang, kita tahu bahwa Pedrosa kadang tidak konsisten.

Logis… Tapiiiiiiiiiiiiiiiii

Logika terbalik ketika berbicara Team yang mereka bela, masa iya merelakan tujuan Tim demi kepentingan satu orang? Apalagi di seri sebelumnya Marc menyalip Lorenzo di lap terakhir. Kalau mau memuluskan ya sekalian gak perlu disalip waktu itu.

2. “Pembalasan” atas kelakuan Rossi pada seri-seri sebelumnya (25 % Pendapat)

Sudah kia ketahui bersama bahwa pada seri Argentina, duel antara Rossi dan Marquez berakhir dengan jatuhnya 93 sementara 46 asyik melenggang meskipun melewati gravel, istilahnya “motocross” sehingga hal ini memicu Marc untuk membalaskan “dendam” atas kejadian tersebut.

Kurang logis!!! Karena adu cepat pada ajang MotoGPperlu konsentrasi tingkat tinggi, apakah ketika ada dendam membara seseorang bisa konsentrasi? Menghafal setiap tikungan dan racing line, harus dengan mental yang bersih.

3. Menjegal Rossi mencetak rekor baru Juara Dunia (5 % Pendapat)

Marquez sebagai pendatang baru yang identik dengan skill  Rossi di usia muda, sehingga banyak yang memprediksikan bahwa karirnya juga akan mengikuti jejak Rossi. di usianya yang baru 22 Tahun ia telah sering kali menjadi juara seri dan bahkan meraih menjadi Juara Dunia MotoGP. Bagaimanapun juga tentu ia ingin mencatatkan sejarah atau bahkan mengejar rekor Rossi. Kejadian di Sepang bisa jadi termotivasi untuk mencegah Rossi juara dunia kembali sehingga sedikit membukakan jalan baginya untuk mengejar rekor.

Logis banget, Tapiiiiiii…

Apakah hanya dengan menghambat akan bisa membuat Marc bisa mengejar rekor Rossi? mestinya ia lebih individual waktu itu dan memilih mengejar Pedrosa agar raihan rekor makin bertambah.

The Conclussion

Ini adalah 3 opini yang berkembang. Masing-masing memiliki sisi logis dan kebalikannya, namun tetap hanya mereka yang tahu, kita sebagai penikmat MotoGP seharusnya menikmati semua ini sebagai sebuah hiburan. Banyak hal lain yang mesti kita kerjakan daripada ribut-ribut, OK? Sambut MotoGP Sentul 2017

Adakah opini lain? Silakan sampaikan

Salam dari Gunung

Iklan

Komentar»

1. macantua.com - 27 Oktober 2015
peysblog - 27 Oktober 2015

ahh bener mang

macantua.com - 27 Oktober 2015

Tipuuuuuu

FЭЯY - 28 Oktober 2015
2. MotorGUE - 27 Oktober 2015

mungkin dia pengin dibilang hebat sudah menang battle lawan rossi

peysblog - 27 Oktober 2015

Mateo mode hehehe

3. Mase - 27 Oktober 2015

Marc kebanyakan motifasi… Ngah ngah…

KomMotor - 27 Oktober 2015

Wkwkwk… mungkin anak buah mario teguh… :mrgreen:

Mase - 27 Oktober 2015

Wakakakakakk

peysblog - 27 Oktober 2015

modusasi wkwkwk

Mase - 27 Oktober 2015

Wakakkakak

4. Jendral lapangan - 27 Oktober 2015

Tadi siang siang dari tambun bekasi sampai Mall metropolitan kalimalang bekasi ngelihat 2motor lg tes sepertinya (ber plate merah 22 nya dan full wearpack ala yamaha) Mio M3 sama Fino full lakban hitam di body nya 22 nyaa, emang apa yg baru dr 2 motor itu?

peysblog - 27 Oktober 2015

Fino bluecore mungkin? Klo bs fotoin bro

ekoandriyan - 27 Oktober 2015

fitur baru langsung diadopsi oleh garpu
footpeg dibikin suoaya menstimulasi kaki rider utk nendang
😀

5. KomMotor - 27 Oktober 2015

Ini persentase dari mana??? tolong cantumkan sumbernya :mrgreen:
Kata ane sih nomor 2 dan 3 yang paling mungkin dan rasional… 😎

6. brigade jalan raya - 27 Oktober 2015

itu adalah hasil akumulasi dari semuanya mangpey 😉

dari pada itali, lebih afdol spanyol. logis. dari pada dendam tak terbalaskan, dan membuat mental rossi, mempermainkannya, karena doi ga ada beban maka resiko dari dendam harus diterima, maka saat yang tepat adalah di sepang jangan sampai nunggu musim depan. logis. mengejar kemenangan dan memecahkan banyak rekor bukan hal sulit. apalagi hanya sekedar rekor podium dan juara 1. logis 😀

7. mbah_anom - 27 Oktober 2015

Asemmm :v

artikel baru di
http://mbah69anom.wordpress.com

8. lamikgemini - 27 Oktober 2015

secara jelas yang dituju marquez adalah rossi.. atau ingin membuktikan rossi sudah tua, dialah yg pantas menggantikan rossi, tapi skor 3-0 dengan kemenangan rossi duel dengan marquez..

9. ridertuwir - 28 Oktober 2015

Tanya sama yang bikin artikel saja, orang yg berulah berlebihan Rossikin koq…!

10. Montor - 28 Oktober 2015

Kalau saya sebagai MM, motivasi saya hanya yang no 2. RD tidak bisa jadi hakim / pengadil yang baik, maka MM terpaksa “main hakim sendiri”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: