Iklan
jump to navigation

Perbedaan Antara Scrambler, Cafe Racer dan Flat Tracker 3 Januari 2016

Posted by peysblog in Ulasan Desain.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Sampurasun…

PEY – Trend modifikasi akhir-akhir ini dan diprediksi masih akan booming di dua tahun ke depan adalah Classic Bike di antaranya Scrambler, Cafe Racer maupun Flat Tracker banyak motor batangan yang diubah / dimodifikasi bergaya motor lawas baik dengan body custom maupun replika / spare part asli. Yang akan kita bahas kali ini adalah perbedaan antara Scrambler, Cafe Racer dan Flat Tracker. Kenapa hanya tiga? Karena tiga tema inilah yang kini paling banyak diusung. Jadi jangan sampai modifikasinya salah karakter nanti malah disangka motor klasik “manalungan” wkwkwkwk.

OK kita bahas satu persatu.

 

scrambler

  1. Scrambler

Scrambler pada dasarnya adalah motor perang namun ada pula yang mengatakan bahwa motor ini merupakan motor balap khas inggris yang balapannya di tanah terbuka dengan medan berat untuk mencapai suatu titik, kalau masa kini mungkin mirip balapan Enduro. Maka dari itu motor Scrambler biasanya memiliki stang baplang juga ground clearance dan posisi knalpot yang tinggi untuk memaksimalkan fungsi motor ini. Untuk ban menggunakan semi offroad atau bahkan memakai ban tahu. Kemudian tanki biasanya berbentuk bulat memanjang bahkan dalam bahasa sunda sering disebut “Tanki Siki Nangka” karena bentuknya mirip biji nangka, posisinya agak mendongak / tidak datar. Lampu depan bulat dan biasanya ditambahkan semacam aksesoris penyaring atau apalah namanya saya kurang paham.

Kesimpulan : Scrambler : Mbahnya Enduro

 

GL

  1. Cafe Racer

Cafe Racer adalah motor jadul yang pada masanya merupakan motor jagoan yang diusung oleh cafe untuk beradu dengan motor andalan cafe lain. Terlihat jelas pada bagian stang jepit yang nunduk kemudian buritan yang nampak seperti buntut lebah. Untuk lampu kadang menggunakan visor kadang memakai juga lampu bulat mirip dengan Scrambler. Sedangkan untuk tanki mirip dengan Scrambler punya bedanya tanki motor ini posisinya datar. Untuk bannya lebih sering memakai ban biasa karena fungsinya tadi untuk ngedrag. Pada perkembangannya cafe racer modern menjadi Neo Cafe Racer

Kesimpulan : Caffe Racer : Mbahnya Drag

 

Modifikasi Ninja 250 Flat Tracker

  1. Flat Tracker

Flat Tracker adalah julukan bagi motor di arena balap di Amerika sana yang menggabungkan antara track tanah dan sirkuit datar. Jadi karakternya terlihat jelas pada bagian stang yang lebih lebar dan grip ban kotak. Selain itu terdapat ciri lain yaitu bagian buritan yang datar meruncing serta bagian depan dengan papan nomor start. Namun pada motor custom biasanya bagian itu ditambahkan lampu dan uniknya lampu tersebut tidak berada di tengah tapi di samping. Untuk bagian tanki shapenya tidak membulat namun agak boxy (mengkotak) dan datar.

Kesimpulan : Flat Tracker = Mbahnya Supermoto

 

Nahhh itulah penjelasan mengenai ketiga jenis motor klasik yang saat ini banyak digandrungi para modifikator. Penjelasan ini saya kumpulkan dari berbagai sumber ditambah pengalaman melihat desainnya secara langsung. Jadi jika salah silakan dikoreksi dan dikomentari.

Selamat pagi dan salam dari gunung

Baca juga

 

 

 

Iklan

Komentar»

1. Menyusuri Jalan - 2 Januari 2016
Sing Indo - 3 Januari 2016
2. Mase - 2 Januari 2016
FЭЯY - 3 Januari 2016
Mase - 3 Januari 2016

Eh

3. warungasep - 3 Januari 2016

ohh begitu ya ternyata ckckc saya baru tempe

Motor baru Honda di tahun 2016

4. lamik gemini - 3 Januari 2016

jadi paham.. nice info..

5. Modifikasi Ninja 250 Flat Tracker. Mbahnya Supermoto Yang Keren | PEYSBLOG - 3 Januari 2016

[…] karakter yang diinginkan. Cukup ekstrim apalagi aliran yang diusung pada modifikasi ini adalah Motor Klasik berupa Flat Tracker yang merupakan mbahnya supermoto CMIIW. Bagaimana […]

6. mbah_anom - 3 Januari 2016

baca dulu sebelum coment 😀 nice info om 🙂 jika flat tracker mbah ny sipermoto, klo gitu mbahnya flat tracker apa 😀

——
https://mbah69anom.wordpress.com/2016/01/03/wangsit-abah-atack-on-yimm-part-1/

7. Irawan - 4 Januari 2016

kalau ini masuk kategori scrambler nggak kang? 😀
http://blackcat200.com/2015/12/02/alhamdulillah-akhirnya-jadi-juga/

peysblog - 4 Januari 2016

Scrambler banget itumah… mantep kang

8. dewitya - 6 Januari 2016

thanks gan infonya

peysblog - 6 Januari 2016

Okeyyy

9. goozircom - 7 Januari 2016
10. gaplek mania - 18 Maret 2016

hemmm … kok jadi pengen bikin salah satu tapi pake basic bebek

11. DR200 si Trail Klasik Bakal Resmi Dipasarkan di Indonesia | PEYSBLOG - 15 Januari 2017

[…] trend desain klasik, maka  ini bisa menjadi senjata ampuh, Dulu sempat saya bahas pada artikel Perbedaan antara Scrambler, Cafe Racer dan Flat Tracker. 3 desain klasik ini sedang banyak diminati untuk modifikasi motor-motor sport modern.   Oh ya ada […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: