Iklan
jump to navigation

Family Journey Keliling Jogja… Liburan Hebat dan Hemat 27 Desember 2016

Posted by peysblog in Naturide, Potret Jalanan, Special Event, Traveling.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Sampurasun….

queen-2

PEY – Apa kabar kawans? Lagi merencanakan liburan akhir tahun ini atau bahkan sudah pergi berlibur? Bagi yang berdompet tebal sih mau liburan kemanapaun dan bagaimanapun ya tinggal berengkot aja tapi bagaimana jika anggaran lagi terbatas dan dan sudah berkeluarga atau pengen sama pacar? Solusinya adalah Budget Traveling atau dengan istilah lain Backpackeran. Masa iya ngecer bawa keluarga? Bisa kok yang penting persiapannya matang… Yukk kita bahas bareng pengalaman saya….

 

Sebenarnya Traveling adalah salah satu hobi saya yang kebetulan sama persis dengan istri tercinta, sewaktu belum punya momongan dikit-dikit pasti kita jalan dengan jarak yang variatif dari yang dekat / dijangkau motor (Naturide) hingga  luar kota, nyasar mah bukan lagi hal mengejutkan, sering banget. Sempat vakum karena Dede Bayi nahhh tahun ini kebetulan Alfin sudah bukan lagi balita dirasa cukup mampu berjuang melawan jarak dan waktu hehehehe, so bulan lalu menyambut ulang tahun istri, kita putuskan traveling ke Jogja yang memiliki ragam destinasi menarik dan kebetulan kita belum pernah ke sana.

Berikut tips backpacker ala keluarga

  • Tentukan destinasi sesuai anggaran, jadi bukan memaksakan anggaran demi keinginan. Ini beda… Kita bawa keluarga yang wajib dipenuhi kebutuhannya. Siapkan juga dana cadangan di dompet pribadi.
  • Mencari dan mencatat informasi lengkap seputar rute, trasportasi, penginapan, dan review dari para traveler. Supaya tidak terlalu buta arah maupun harga kebutuhan. Setelah itu tentukan.
  • Pilih hari yang tidak terlalu ramai, karena kita sendiri yang bakal repot.Bisa cuti atau izin dulu lah kerjaan mah. Ini sih opsional
  • Usahakan rute tetap menarik, jadi bukan sekedar traveling tapi ini Adventure hiburan lengkap, tetap yaman dan mendidik bagi si kecil.
  • Persiapan akomodasi. Beli dulu tiket PP dan penginapan, print semuanya. Khawatir Dompet hilang atau Gadget rusak/hilang. Mau gimana coba?
  • Jangan terlalu banyak bawa barang, lebih penting anak istri daripada barang bawaan kan?
  • Berengkooot

Dan destinasi Family Journey kali ini adalah Monas, Prambanan, Parangtritis, Borobudur, Malioboro, dan De Mata Trick Eye Museum. Dengan budget minim tentunya.Memang tidak terlalu minim seperti traveling sendiri atau bareng temen. Kali ini bersama Keluarga. Pilih harga termurah saja dilengkapi beragam trik ngirit hehehe.

Berangkat sekitar pukul 14.00  dengan motor (karena gak punya mobil lagi, hiks) lanjut ke penitipan selanjutnya naik APTB dan Stasiun Gambir adalah tujuan awal kita. Kenapa Gambir? Karena bagaimanapun juga perjalanan malam harus nyaman minimal cari ongkos termurah untuk kereta eksekutif. Rute ke sana ada Monas tapi sayangnya lagi ditutup untuk perawatan jadi gak bisa naik ke Monas. Sip lah tambah irit.

monas-1

monas-2

Singkatnya kereta Taksaka Malam berangkat pukul 20.45. Meskipun ngambil ongkos termurah yakni 260 rebuan (ada diskon pula)  kita  tidur nyenyak karena bisa selonjoran dan dikasi selimut. Sekitar pukul 4.30 sudah sampai di Malioboro.   Tanya-tanya ke ojek cukup 7000 ngangkut kita 2 balik ke mesjid yang ada pemandian umum. Wah ternyata masih sepi euy, enak…. mandi gak usah ngantri.

malioboro

Sekitar pukul 07.00 Transjogja sudah berseliweran dan kita naik ke rute yang menuju Prambanan, Jangan lupa trik waktu beli beragam tiket mengenai usia anak kwkwkwk gak usah saya jelasin lah ya, gak baik tuh. Ngirit banget ahahaha. Oh ya 1 lagi tips nih kalau naik bis duduklah di depan biar bener-bener dapet pengalaman bisa lihat jalan dan ngobrol sama sopir. Cuaca cerah matahari masih hangat kita sudah di sana. Harga Souvenirnya sakit jiwaaaaaaa di sana murah banget. Ada yang serebuan, jujur itu pertama kali saya nemu. Di luar rencana Mamah Alfin mulai berbelanja. Duhh padahal baru hari pertama. Biarlah resikonya dia bawa barang banyak.

prambanan-2

prambanana-1

Sehabis Shalat Dzuhur perjalanan kami lanjutkan, kali ini ke Parang Tritis naik bus. Di sinilah saya salahnya. Di”mark-up habis. Dari termial Giwangan Mestinya ongkos 15 rebu/ orang jadi 30 rebu/org. Karena saya tanya-tanya ke pak Sopir soal rute resort Queen of The South Beach yang terkenal mewah. Disangka saya banyak duit padahal Cuma mau spesial aja kan ini Ultahnya istri. Tapi gapapalah dari situ kita dapet informasi bahwa tidak mudah menuju ke sana, naik taksi bisa 300rebuan euy. Sampai di pantai ide kreatif (ngirit tanpa harus capek) pun muncul. Karena penginapan kita ada di ujung pantai yang jauuuuuh kalau jalan kaki saya pilih nyewa ATV hehehehe diangkut lah itu anak istri sekalian maen ATV Cuma 50rebu /30 menit. Seruuuuu biarpun saya harus balikin ATV dan  ujung-ujungnya jalan kaki juga ya itu resiko Kepala Keluarga. Menginaplah kita di Queen Of The South Beach nanti reviewnya terpisah ya. Sumpah ini lokasi eksotis kelas berat dengan harga rakyat. Cuma 570an.

parangtr-1

parangtr-2

queen-1

Pagi hari sekitar pukul 09.00 kita sudah check out untuk menuju Borobudur sambil olah raga kita jalan kaki menyusuri pantai padahal aslinya dalam rangka penghematan karena bener tuh taksi mihil..  ternyata Alfin malah seneng dan gak mau cepat pergi dari pantai. Sekitar jam 11 kita naik bus lagi. Rutenya adalah Giwangan, Jombor dan Borobudur karena sebenarnya di Giwangan ada yang langsung ke Borobudur tapi karena jarang ya kita harus transit di Jombor. Pukul 14 sudah sampai di sana. Ternyata entah kenapa tidak seindah yang diduga nih makanan juga rada-rada mahal. Jadi  jam 16 sudah siap ke Hotel. Back to the old style nih, huhujanan hahaha padahal jalan kaki dari Candi ke terminal cukup jauh, Alfin sampai diplastikin kepalanya, di situ terkadang saya merasa rindu si Sujuki Sueb.  Pengalaman seru lah buat anak ku tercinta bahwa hidup harus berjuang. Malioboro adalah tujuan kita kali ini karena malam kedua kita sudah booking di POP Hotel. Hotel berbintang dengan harga murah meriah dan dekorasi modern. Bikin betah Cuma dengan 320an.

borobudur-1

borobudur-2

Malam hari di Malioboro itu sesuatu banget, seru tenan rek. Segala macam ada. Justru yang gak seru adalah Mas Mas tukang becak yang keukeuh sumekeuh harus mampir ke  tujuan dia. Ada apa gerangan? Idepun muncul  ingin mengetahui ada apa di balik itu dan ternyata mereka dapet undian dari sana kalau bisa membawa pengunjung. Beuhhh kasihan juga backpacker kalau ada unsur paksaan begitu mah. Okelah deal. Ongkos sama walaupun satu arah doank menuju  alun-alun. Di sana lebih seru lagi. Ada apa? Buanyaaaak. Sayangnya ada model bermake-up hantu jadi Alfin pengen cepet balik ke Hotel.

malioboro-night

malioboro-night-2

pop

Saking capeknya  tidur pulas dan malas bangun, padahal masih ada 1 destianasi lagi sebelum pulang yaitu De Mata Trick Eye Museum cocok banget buat ngehibur istri yang hobi selfie. Sementara pesawat Jogja-Jakarta pukul  12.30 dengan terpaksa skip tujuan terakhir  karena minimal jam 11 sudah harus di Bandara. Keseruan kembali terjadi. Karena ternyata Terminal Keberangkatan jauh banget dari halte Bandara sementara barang bawaan kita banyak, istri bawa 2 tas kecil + 1 anak kecil 😀 dan saya gendong ransel besar + tenteng tas super besar belum lagi dikejar waktu. Lari plus angkat beban wkwkwkw. Lagi-lagi dengan ongkos termurah Airasia menjadi pilihan. Gak nyampe sejuta untuk 3 orang jam 14 sudah ada di Soetta, lanjut naik Damri dan ngambil motor.

Nah biasanya dalam review traveler, mencantumkan pula total pengeluaran. Tapi karena ini Family Journey (karena ituah saya memilih kata Journey) banyak pengeluaran di luar rencana. Apa iya mau tega nyiksa anak istri? Ya gak boleh donk. Mungkin kurang lebih di angka Goceng lah. Hemat lah untuk ukuran keluarga dengan destinasi yang banyak begitu mah. Puas gak? Sebenarnya kalau traveling jarang ada kata puas, asli masih pengen di sana. Apalagi souvenir, makanan, trasportasi  dan  penginapan murah-murah lengkap dengan  ramah tamahnya warga. Baru kali ini keliling Jogja tapi Alhamdulillaaaah kita gak nyasar, suwun yo mas/mbak.

So, Backpacker bawa keluarga? Bisa kok

Silakan dikomentari ya lur.

Salam dari Gunung

 

 

Iklan

Komentar»

1. warungasep - 27 Desember 2016

wuih mantap naik atv jailangkung pulang harus diantar 😂😂😂 aku kapan ya nginap di hotel terus naik kapal 😭😭😭

peysblog - 27 Desember 2016

Ahhh aku gak numpak kapal

2. ndesoedisi - 27 Desember 2016

wah kapan ya ane ke Jogja lagi, terakhir jaman masih sekolah 😀 sebenarnya bisa lebih irit lagi kok, caranya kontak aja blogger-blogger yang domisili di Jogja & sekitarnya 😆

https://ndesoedisi.com/2016/12/26/mainan-anak-berlabel-honda-cbr/

peysblog - 27 Desember 2016

Saya baru pertama mang, kemaren juga sempat nyari kontak mang Ucup. Tp HP malah saya matiin biar husyu 😀

3. Maulana - 27 Desember 2016

Mantaaapp…

4. mbah_anom - 27 Desember 2016
peysblog - 27 Desember 2016

Udeh dooonk

5. viwimoto.com - 27 Desember 2016

Uing combek

peysblog - 27 Desember 2016

Hayuuu

viwimoto.com - 27 Desember 2016

Nyusul

6. Nuansa Dewata di Jogjakarta… Hanya di Queen of The South Beach | PEYSBLOG - 30 Desember 2016

[…] yang memiliki banyak resort  dengan view pantai menawan. Salah satunya yang saya temukan ketika Liburan Keliling Jogja yaitu Queen of The South Beach Resort yang berada di bibir pantai Parangtritis, Bantul Jogjakarta. […]

7. Matlaul Anwar "Anwar" - 25 Agustus 2017

Nice share pak, jogja emang amazing


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: