Iklan
jump to navigation

Sunmori Ke Puncak Dua? Fatal Kalau Tidak Kenal Hal Ini 29 April 2017

Posted by peysblog in Cerita Dari Bogor, Naturide, Potret Jalanan, Tips.
trackback

Sampurasun…

Libur panjang lagi nih… Refreshing khas ala biker gak mungkin jauh dari kata Touring namun karena touring sering kali dilakukan pada hari minggu malah kini lebih ngetrend istilah Sunmori alias Sunday Morning Ride, kata Touring kini mengalami penyempitan makna malah terkesan berat dengan jarak yang jauh. Setuju?

Berbicara Touring / Sunmori, salah satu destinasi wisata riding paling menarik di bogor adalah Jalur Puncak 2 Sukamakmur kadang lebih populernya Cimapingkis. Bisa dibuktikan deh Blogger populer semacem Wak Haji TMC, Mang KBY, Bang Vandra dan Mas IWB pun pernah touring via jalur ini. Karena selain menawarkan view yang cantik dan objek wisata seperti Gunung Batu, Rawa Gede, Kebun Pinus hingga puluhan air terjun pun tersedia.

Selain itu jalannya variatif, bisa mereng sekian ratus derajat sampai ngebut sekian ratus km/h Wkwkwkwk.  Naaahhh sayangnya di balik itu semua kita kudu berhati-hati, bukan kisah bukan dongeng saya sebagai penduduk sekitar hampir setiap minggu menemukan adanya kecelakaan. Termasuk di pinggir rumah saya sendiri alias Parapatan Kebon Danas.  Akibatnya saya paling ogah keluar rumah / riding di hari minggu. Serius

Dari seringnya kecelakaan yang terjadi, kira-kira ada dua macam penyebab kecelakaan fatal di jalur ini, bukan info dari Polisi sih hanya sekedar analisa saja.

  1. Rem Blong

Arah pulang alias dari Pinus ke Jonggol didominasi oleh turunan tajam, banyak motor matic yang terjun bebas ke jurang. Hal ini diakibatkan tidak adanya engine brake seperti pada motor manual, sehingga kondisi rem yang tidak lagi prima akibat terus menerus ditekan dengan beban rider dan boncenger (plus oleh-oleh)

Tips khusus menghadapi turunan seperti ini sebaiknya penggunaan rem diatur, penekanan buka tutup dengan memperhatikan kecepatan, tekan – lepas, tekan – lepas. Begitu saja terus berulang. Tetap efektif  dan tidak terlalu mempengaruhi kinerja kampas maupun disc.

Kecelakaan tunggal inilah yang fatal setidaknya dua kali terjadi dan merenggut jiwa wisatawan.

 

  1. Blind Spot

Jalur puncak dua banyak tikungan tajam, tapi posisi blindspot tidak hanya di situ saja ada juga tanjakan yang tiba-tiba dari puncaknya langsung turunan membuat pengguna jalan tidak tahu kendaraan di depannya. Banyaknya wisatawan dari perkotaan yang sudah terbiasa jalan lebar membuat gaya berkendara seruntulan tetap dipakai. Padahal untuk dua jalur mobil saja sudah sempit banget. Sehingga sering kali saat mendahului malah terjadi senggolan dengan kendaraan di sampingnya maupun tabrakan adu banteng dengan kendaraan yang muncul dari blindspot. Sementara kalau di samping rumah saya itu pertigaan membentuk huruf Y, lagi-lagi blindspot. Kondisi inilah yang bikin saya paling malas keluar di hari libur.

Baiknya sih dimanapun treknya kita must kenali lebih dulu, jika baru pertama kali maka lebih baik jalan santai saja. Nikmati naturide bersama kekasih ala Puncak 2 uhuyyy jangan grasa grusu kecuali jomblo  mau nyari pasangan hehehe. Satu lagi jangan mendahului kendaraan kalau cuma main tebak-tebakan dengan blind spot sekalinya salah perhitungan ya fatal akibatnya.

 

 

Dua hal di atas mungkin bisa disebut “terlalu sering” sehingga kini saatnya kita lebih berhati-hati dengan memperhatikan  skill dan kondisi tunggangan. Agar keselamatan bersama lebih terjaga.  Yuk sunmori ke Puncak 2, ajak saya ngopi boleh dah

Keep Safety Riding dan Salam dari Gunung

Baca juga

Iklan

Komentar»

1. IndoRide.com - 29 April 2017
peysblog - 29 April 2017

jangan lupa jemur

IndoRide.com - 29 April 2017

Budayakan lagi blogwalking hehhee

2. OOTOVM29 - 30 April 2017

Mantab

3. Jet wahid - 30 April 2017

akuh komen apa ya…

4. ashes - 1 Mei 2017

pernah sekali nih touring ke cipamingkis ama ciherang. destinasi utama ya curugnya. asli cantik, apalagi curug cipamingkis msh sepi. cuma jalannya rada ngeri. disamping rusak, sepi juga. pernah turun jam4 dari cipamingkis, kondisi ujan. jam5 sampe pertengahan, angkot pun ga ada. tapi seru, asli jalur ini wajib dicoba buat yg demen turing jarak menengah.

peysblog - 3 Mei 2017

Betul emang asik banget jalur ini

5. mas jeck cruisers - 3 Mei 2017

Betul tuh… Rem harus pakem kalau ga pgen terjun bebas.https://lintangcruisers.wordpress.com/2017/05/02/melarikan-diri-ke-jonggol

6. joko - 6 Mei 2017

Mantap… Salam kenal mang, saya juga orang sukamakmur..

peysblog - 29 Mei 2017

wahhh aya tetngga euy. Salken jg


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: